Latest Entries »

Gandum dan ilalang

Gandum dan ilalang

Aku ingat satu kisah teman beberapa waktu yang lalu. Selagi berjalan-jalan mengantar istrinya di suatu mall di kota Solo, dia melihat ada seorang perempuan sederhana yang terlihat galau. Temanku ini memperhatikan dari kejauhan, perempuan ini terlihat mondar-mandir, mengamat-amati satu pakaian, dibolak-baliknya  pakaian tersebut, kemuadian pergi, lalu kembali lagi ke baju itu, kembali membolak-balik dan mengamati harganya, dan sesekali melihat uang di saku dan dihitung-hitung.

Temanku ini berkesimpulan, perempuan tersebut ingin membeli pakaian yang diamat-amatinya, namun kemungkinan besar uang yang dibawanya tidak cukup. Dan terbesit satu keinganan teman ini untuk membantu perempuan tersebut untuk bisa memiliki pakaian yang diinginkannya dengan “nomboki” kekurangannya.

Keinginan tersebut spontan saja, atas apa yang dilihatnya. Keinginan tersebut ternyata tidak segera terwujut dengan baik, karena teman ini sibuk mencari bagaimana cara menolongnya, dan kira-kira aku akan malu apa tidak yaaa, kalau tiba-tiba menawarkan diri untuk “nombokin”, dan apa kira-kira nanti reaksi sang istri melihat ini.

Masih dalam pertempuran keraguannya, tiba-tiba terjadi sedikit kehebohan,perempuan tersebut ditangkap petugas Security mall di dekat kasir, karena dilihat mencuri baju tersebut. Kaget, teman kita satu ini, dan kembali timbul keinginannya untuk menolong perempuan tersebut di kasir untuk sepenuhnya membayar harga baju tersebut.

Tetapi…kembali, keinginan tersebut tak pernah terwujut, karena dikalahkan oleh keraguannya sendiri di  dalam hatinya, kekhawatiran akan dipermalukan, kekhawatiran akan apa reaksi orang-orang di sekitar rencananya.

Mendengar cerita teman ini, sayapun berfikir, bahwa kemungkinan saya akan berperilaku persis seperti teman ini, jika saya berada di tempat itu di waktu itu. Kebanyakan ragu dan mikir apa yang akan menimpa diri saya, menyebabkan aku sering mensia-siakan kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain. Tuhan sering memberi kesempatan kepadaku untuk berbuat baik, namun pertimbangan-pertimbangan rumit dalam diriku sering mensia-siakan kesempatan itu.

Aku tahu, bahwa dalam diriku ada benih-benih “gandum”, yang selalu ingin berbuat baik, dan sekaligus punya juga benih-benih “ilalang”, yang selalu ingin menghalangi niat-niat baik.Semoga aku selalu dimampukan untuk memupuk subur benih-benih “gandum”, dan menyingkirkan benih-benih “ilalang”.

Mendaki Gunung Sago

Rekor peserta gowes dari Rumbai ke Payakumbuh kembali meningkat dalam kegiatan gowes tanggal 11 dan 12 Mei 2012 ini, dimana total ikut serta 21 pencinta sepeda bergabung. Sembilan belas orang berangkat menggunakan bus, satu orang menggunakan mobil pribadi dan satu orang yang lain mengendarai pickup pembawa 21 sepeda ke Payakumbuh, berangkat hari Jum’at sore, 11 Mei 2012 dan bertemu,berkumpul dan menginap bersama di Hotel Shago Bungsu di pinggir jalan raya Harau-Payakumbuh.

Bus yang dinaiki oleh sebagian besar peserta berangkat tepat waktu sesuai jadwal pada pukul 17:00, berhenti tiga kali di masjid sebelum Bangkinang, di rumah makan soto di Rantau Berangin dan di satu tempat pengisian bensin di Pangkalan. Perjalanan diwarnai suasana gembira, penuh antusias untuk menikmati indah dan segarnya Gunung Sago di Payakumbuh. Rombongan tiba di hotel pada pukul 23:45, dan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. Hotel Shago Bungsu ini sangat cocok untuk rombongan yang hanya menggunakan kamar sangat sebentar, untuk tidur sekitar 4-5 jam, menyimpan barang dan mandi. Satu kamar terdiri dari 4 buah tempat tidur dengan kamar mandi yang bersih dan air yang melimpah. Pas, seperti yang dibutuhkan rombongan penyepeda.

Siap-siap memulai petualangan – Di depan Hotel Shago Bungsu

Luar biasa semangat rombongan ini, sebelum jam 06:00 pagi, semuanya sudah siap, lengkap dengan jersey dan semua perlengkapan untuk bersepeda hari ini. Untuk menghindari mengayuh sepeda terlalu jauh di jalur jalan raya Harau-Payakumbuh, rombongan naik bus menuju kota Payakumbuh, menuju rumah Pak Us, track master kami, dan sepeda-sepeda masih tetap bertengger di atas pickup menuju tempat yang sama.

Kayuh sepeda diawali dari tempat kediaman pak Us, berangkat sekitar pukul 07:00, menuju warung Es Tebak Bahar di simpang jalan,yang hanya berjarak sekitar 1 km dari rumah kediaman Pak Us ini. Sarapan gulai paku, pedas nikmat langsung cepat disantap oleh para pecandu sepeda, baik dari Rumbai, maupun beberapa goweser dari Payakumbuh yang dengan baik hati akan menemani bersepeda pagi ini.

Segera setelah selesai sarapan, petualangan bersepeda langsung dimulai, dengan belok kiri diperempatan simpang Es Tabak Bahar, menyusuri jalan perkotaan Payakumbuh menuju arah luar kota ke arah Gunung Sago yang tampak gagah di kejauhan. Lepas dari jalan perkotaan, tibalah di jalan-jalan perkampungan di tepi kota Payakumbuh yang asri dan teduh, yang semakin segar dan terus menambah semangat untuk mengayuh sepeda hingga memasuki daerah persawahan yang dibentengi dengan hutan-hutan pinus yang hijau di kejauhan,  yang tambah mempesona dengan latar belakang Gunung Sago yang semakin nampak jelas mengundang untuk didaki.

Photo by Rosyid Dwi Atmanto

Dan, perjuangan mendaki mulai segera dirasa, sejauh mata mampu memandang di jalan beraspal, yang sesekali diselingi dengan jalan-jalan tanah yang berkelok-kelok, jalan terus mendaki. Satu tanjakan ditaklukkan, dibalik tikungan ternyata masih tanjakan juga yang menanti, begitu seterusnya, hingga tak terhitung lagi berapa kelokan dan berapa tanjakan yang sudah terselesaikan dalam pendakian ini. Saran teman dalam mendaki, lihat saja satu meter ke depan, jalan rata terus…..dan jangan di rem… J

Peserta gowes kali ini agak beragam, sebagian besar memang para pencinta bersepeda yang sudah cukup lama banyak melakukan kegiatan bersepeda di Rumbai dan sekitarnya, yang memang relatif sudah cukup terlatih fisiknya, namun ada sebagian juga yang baru-baru saja mulai mencintai kegiatan bersepeda ini. Dan dalam pendakian ini pun kemampuan masing-masing peserta sangat beragam, ada yang dengan enak dan nyaman mampu terus mengayuh sepeda tanpa henti karena kepiawaiannya mengatur gear dan mengatur nafas dan tenaganya, dan di lain pihak ada juga beberapa teman yang sering menuntun sepeda karena tidak mampu mengayuh mengikuti kontur jalan yang memang luar biasa tajam pendakiannya. Bahkan ada teman yang memerlukan istirahat beberapa kali untuk bisa mengatur nafas dan mengurangi heart ratenya yang sudah cukup keras berdetak-detak.

Jalur ke Sago

Jalur ke Sago yang memperlihatkan elevasi jalan dan detak jantung penyepeda

Keberagaman kemampuan inipun sangat kami nikmati, kami mengutamakan keselamatan, dan masing-masing peserta perlu merasakan dan mengukur sendiri kekuatannya, untuk terus melanjutkan perjalanan dengan irama yang tepat dan sesuai, tanpa perlu harus tergesa-gesa atau harus sama dengan yang lain. Bagi yang kuat, bisa terus mengayuh, dan sesekali menunggu teman yang masih berada di belakang, untuk kembali bersama berjalan lain. Dan beberapa teman dari PSN (Payakumbuh Sepeda Nanjak), dengan sangat sabar menemani tiap-tiap rombongan peserta dari Rumbai, baik yang berada di dengan dengan irama yang kencang, maupun rombongan di bagian paling belakang dengan irama yang jauh lebih santai. Kehadiran teman-teman dari PSN sangat menguatkan dan membuat tentram setiap anggota rombongan, semua merasa ditemani dan didampingi, sehingga tidak ada kekhawatiran untuk kehilangan arah jalan.

Photo by Rosyid Dwi Atmanto

Photo by Rosyid Dwi Atmanto

Selesai menaklukkan tanjakan-tanjakan panjang yang seakan tiada habisnya, kami tiba di “puncak” gunung Sago. Ini bukan puncak Gunung Sago yang sebenarnya, tapi satu puncak di pinggang Gunung Sago, yang merupakan puncak pendakian bersepeda kami hari itu. Luar biasa indah panorama di puncak kami ini,  dan udaranya amat sangat segar sehingga kami puas-puaskan menghirupnya dalam-dalam. Sejauh mata memandang di sekeliling kami, semuannya adalah keelokan alam yang asri, lembah kota Payakumbuh di kejauhan, dengan rumah-rumah, persawahan, bukit-bukit hutan pinus serta banyak gunung-gunung di kejauhan yang seperti menjaga kota Payakumbuh, mengelilingi lembah, yang memperlihatkan betapa kayanya Payakumbuh dengan segala keindahannya.

Photo by Fedrizal

Sesi foto-foto yang disepanjang perjalan sudah banyak dilakukan, puncak kegiatan foto-foto terjadi di tempat yang paling tinggi dari perjalanan bersepeda kami. Sangat sulit untuk bisa menelantarkan pemandangan yang sangat indah ini untuk tidak mengabadikan dengan berfoto. Aneka gaya dan gerakan dilakukan sebagai ungkapan rasa gembira dan syukur atas capaian hari ini dan kebahagiaan menikmati indah karunia Illahi.

Penjelasan singkat diberikan oleh track master kita, bahwa mulai titik ini jalanan akan terus menurun dengan tajam, pastikan terus menjaga jarak iring, kelola kecepatan yang terkontrol dengan melakukan pengeremen-pengereman, dan nanti setelah memasuki jalan aspal, pastikan terus melihat jauh ke depan, dan dengan kecepatan yang relative tinggi karena jalan turunan, terus siap untuk bisa menghentikan laju sepeda, karena akan melewati kawasan pemukiman yang banyak berkeliaran hewan peliharaan, yang sering lalu lalang menyeberang jalan.

Sangat menyenangkan, setelah perjuangan luar biasa menanjak, menanjak dan menanjak dan penuh suka cita menikmati indahnya alam dari puncak Sago kita, dan berfoto-foto ria, perjalanan berlanjut dengan turunan panjang. Sangat nikmat, tidak perlu tenaga mengayuh, namun terus perlu focus melihat kondisi jalan, dan pandai-pandai untuk tekan dan lepas rem kita, agar kecepatan sepeda terus pada kondisi yang bisa kita kendalikan dengan baik.

Photo By Rosyid Dwi Atmanto

Makan siang nasi bungkus berlauk ayam panggang dan dendeng, dinikmati di rerumputan di bawah rindangnya pohon di pinggang gunung Sago, sangat luar biasa nikmatnya sambil menikmati semilirnya angin gunung, menjadi satu pengalaman yang tak akan mudah untuk dilupakan.

Setelah makan siang, perjalanan berlanjut melewati jalanan yang terus menurun sampai menyelesaikan kegiatan bersepeda di Gunung Sago ini, kembali ke warung Pak Bahar untuk menikmati es Tebak yang nikmat.

Terima kasih Payakumbuh, terima kasih teman-teman PSN..sampai jumpa di  kesempatan berikutnya, menikmati alam indah ciptaan Tuhan yang memberi kesegaran baru .

Dokumentasi:

1. Foto-foto dari bang Fed di Facebook

2. Foto-foto mas Elson di Facebook

3. Gowes di Payakumbuh 12 Mei 2012 (video)

4. Gowes di Gunung Sago 12 Mei 2012 (video)

Gear Belakang Cozmic 6.0

Gear Belakang Cozmic 6.0 dengan 10 gigi

Sangat berbeda bersepeda di masa kini dan bersepeda di masa sekolahku tiga puluh tahun yang lalu. Satu hal yang sangat membedakan adalah adanya “gears”, atau gigi-gigi di sepeda saat ini, yang bisa diatur-atur sesuai dengan medan jalan yang akan kita lalui, agar tetap nyaman dalam bersepeda.

Sepeda saya di masa sekolah di akhir tahun 1970an, bermerk Phonix, sepeda jengki, yang setia menemaniku ke sekolah maupun bermain, hanya memiliki dua buah gigi, satu di depan dan satu di belakang. Dan sepedaku hari ini,  memiliki 13 gigi/gear, 3 buah di depan dan 10 buah di bagian belakang, artinya saya memiliki 3×10 atau 30 kemungkinan kombinasi gigi, atau 30 kombinasi berat/ringannya genjotan,  yang bisa kugunakan dalam perjalananku menggunakan sepeda ini.

Pengaturan gigi/”gear management” yang tepat sangat diperlukan, baik saat di jalan datar, di jalan pendakian maupun di jalan menurun, agar kita bisa terus mengayuh sepeda dengan nyaman dan sepeda kita bisa menjalankan tugas dengan baik.

Untuk mempermudah pemahaman, gear atau gigi, bisa kita padankan dengan gigi pada saat mengendarai kendaraan bermotor yang berhubungan dengan kecepatan. Sepeda dengan 30 gears, disebut sepeda dengan 30 kecepatan atau 30-speeds bike.

Gigi pertama adalah gigi rendah, dan gigi ke tiga puluh adalah gigi tinggi. Gampang diingat khan?

Memindah gigi/”Shifting” berarti merubah dari satu kondisi gigi ke gigi yang lain dengan cara menekan pengkait-pengkait yang ada di stang sepeda. Downshifting/Gigi Rendah/Gigi ringan, artinya merubah atau memindahkan gigi ke gear yang lebih rendah, dan upshifting/Gigi Tinggi/Gigi berat, artinya memindahkan gigi ke gear yang lebih tinggi.

Gear Depan Cozmic 6.0 dengan 3 gigi

Gear Depan Cozmic 6.0 dengan 3 gigi

Pada umumnya sepeda saat ini memiliki “kecepatan” atau kombinasi gigi lebih dari 10. Umumnya 18, 21, 24, 27 atau 30, dimana akan ada dua buah pengkait untuk merubah gigi, di sebelah kiri, tersedia pengkait  untuk penggantian gigi depan, dan di sebelah kanan, pengkait untuk penggantian gigi belakang. Sebagai contoh untuk sepeda Polygon Cozmic 6.0, pengkait di sebelah kiri untuk merubah gigi depan ada 3 pilihan posisi, 1,2 dan 3. Dan di sebelah kanan, pengkait untuk merubah gigi belakang ada sepuluh pilihan,  1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. Artinya untuk tiap tiap pilihan di kiri, dimana ada 3 pilihan (untuk tiap gigi di depan), memiliki 10 pilihan di kanan (untuk gigi belakang), dan total memiliki 30 kombinasi pilihan gigi/kecepatan.

Dari sisi pandang besarnya diameter gear, ada  3 buah piringan/cakram gear di depan, dan gigi 1 atau gigi rendah yang teringan memiliki diameter piringan yang paling kecil, terletak di bagian paling dalam diantara 2 piringan yang lain, dan gigi 3 atau gigi tinggi, yang paling berat, memiliki piringan yang paling besar berada di sisi paling luar.

Kebalikannya, untuk gear di bagian  belakang, yang dalam contoh sepeda dengan sepuluh buah gear, gear 1 yang terendah, berada di bagian yang paling dalam, memiliki diameter yang paling besar, berturut-turut ke arah luar gear 2,3, dan seterusnya sampai gear 10 yang paling kecil diameternya paling kecil terletak di sisi paling luar dari sepeda kita.

Jadi dari sudut pandang diameter gear urutan posisi gear mulai dari bagian dalam menuju arah luar dari sepeda kita:

  • posisi di depan: gear terendah memiliki diameter paling kecil, dan gear tertinggi memiliki diameter paling besar
  • Posisi di belakang: gear terendah memiliki diameter paling besar, dan gear tertinggi memiliki diameter paling kecil.

Kombinasi-kombinasi gear depan dan belakang dipandang dari sisi diameter gear:

  • Yang  teringan adalah kombinasi antara gear dengan diameter terkecil di depan dan gear dengan diameter terbesar di belakang
  • Yang paling berat adalah kombinasi antara gear dengan diameter terbesar di depan dan gear dengan diameter tekecil di belakang

Dan kombinasi-kombinasi lain, tingkat berat ringannya untuk dikayuh berada di antara dua kondisi ekstrem tersebut.

Referensi:

Sore hari sepulang dari tempat kerja dengan menaiki sepeda, dari jalan depan rumah akan masuk menyeberang halaman rumah, tepat di depan pintu masuk rumah tampak beberapa monyet sedang asyik bermain menikmati kebun bunga kami yang tidak terlalu menarik, ala kadarnya saja.

Aku kaget, dan langsung menyentil pemukul bel sepeda, “thing..thing..thing”….. Beberapa monyet lansung lari menjauh menyelamatkan diri dari kemungkinan bahaya dari bunyi bel sepedaku, dan ancaman bahaya makhluk manusia bersepeda yang nampak jauh labih tinggi besar dibanding badan monyet ini.

Meskipun aku jauh lebih besar badanku dibanding monyet itu, dan aku nampak lebih gagah dengan manaiki sepeda, dibanding monyet yang telanjang kami tanpa tunggangan, namun ternyata aku keder juga, dan membatatalkan langsung naik ke halaman menuju pintu rumahku untuk pulang. Aku belokkan sepedaku menuju garasi  di belakang rumah.

Kasih Ibu Monyet

Aku melihat satu pemandangan luar biasa, dari sekian banyak monyet yang lari, ada 2 yang masih tinggal di tempat. Satu monyet yang lebih besar yang kuanggap sebagai seorang ibu monyet dan seekor monyet yang jauh lebih kecil, yang kuanggap sebagai anak ibu monyet itu.

Seketika mendengar bunyi bel sepedaku, dan menatap aku dan sepedaku, ibu monyet tersebut langsung meraih anaknya, menarik sang anak ke dalam dekapannya, dan ibu monyet ini sangat memberanikan diri berdiri tegak menatap aku dan mengeluarkan suara yang paling mengerikan yang mampu dia keluarkan. Suatu keputusan cepat dari ibu monyet, sesaat yang dipilihnya dalam siatuasi yang sangat gawat baginya, adalah memutuskan melindungi sang anak, dan memberanikan diri untuk menghadapi ancaman sebesar apapun.

Luar biasa, senang mendengar cerita dari teman yang pagi tadi kembali dari pertemuan orang tua dan siswa serta pihak sekolah SMP Islam Terpadu (IT)  Rumbai, Pekanbaru. Pada pertemuan yang difasilitasi pihak sekolah dan dihadiri oleh para guru, orang tua dan siswa yang akan melaksanakan ujian nasional minggu depan, dilakukan pencanangan UN dengan Jujur, dan ikrar bersama untuk mendukung pelaksanaan UN yang jujur dan bersih. Pihak sekolah secara gamblang menjelaskan praktek-praktek yang tidak baik yang terjadi di tempat –tempat lain dari berita-berita di media massa, yang sangat memalukan sekolah jika hal itu terjadi di sekolahnya. Dan dengan tegas pihak sekolah meminta komitmen dari seluruh anak dan orang tua yang hadir untuk benar-benar melaksanakan ujian dengan jujur. Dan orang tua serta anak sepakat, serta mendukung hal itu.

Tidak hanya berhenti pada himbauan saja, pihak sekolah juga meminta kesepakatan dari para orang tua dan anak-anak agar mulai dari hari ini sampai selesainya masa ujian, semua HP anak-anak disimpan oleh orang tua. Luar biasa. Bukan sekedar basa-basi, namun benar-benar ada tindakan nyata untuk mengusahakan ikrar UN jujur bisa terlaksana. Bayangan saya , hal ini akan lebih baik lagi, jika saat hari H nanti, di sekolah benar-benar dilaksanakan pemeriksaan HP sebelum anak-anak masuk ke sekolah untuk melaksanakan UN. Selamat untuk SMP IT. Sangat membanggakan atas langkah-langkah yang dilakukan. Selalu ada nyala lilin-lilin kecil di tengah kegelapan.

Menurut saya, di saat-saat UN seperti sekarang ini, pihak sekolah adalah salah satu pilar penting untuk menegakkan UN yang jujur, selain anak dan orang tua. Paling tidak ada tiga pilihan yang bisa diambil oleh sekolah dalam mensikapi UN ini:

  1. Sikap Memfasilitasi kecurangan: Sekolah secara sadar dan terencana merencanakan dan memfasilitasi kecurangan untuk pelaksanaan UN, dengan mengusahakan segala daya dan upaya, dengan cara apapun agar anak-anak bisa lulus semua, bisa mendapatkan nilai UN setinggi-tingginya. Beberapa pilihan yang ditempuh seperti berusaha mencari bocoran soal atau kunci, bekerja sama dengan guru-guru penjaga UN agar memberi keleluasaan pada anak untuk bekerja sama atau berbuat curang apapun.
  2. Sikap normative: Sekolah membuat slogan-slogan UN jujur, menyampaikan ke anak dan orang tua untuk mengikuti UN secara jujur, dan membiarkan semuanya mengalir apa adanya, bahkan menutup mata terhadap potensi kecurangan yang bisa terjadi. Prinsipnya yang penting sekolah sudah menyampaikan apa yang perlu disampaikan, dan kalaupun terjadi kecurangan, diluar tanggung jawabnya
  3. Sikap kuat untuk mewujudkan UN Jujur:Sekolah dengan sangat semangat mengkampanyekan UN Jujur, dengan mengumpulkan anak-anak dan orang tua serta guru dalam satu tempat, dan satu waktu, kemudian menyampaikan betapa memalukannya bersikap tidak jujur dalam UN, dan mengajak seluruh unsure (anak, orang tua dan sekolah), untuk berikrar mewujudkan UN yang jujur, dan menyampaikan konsekuensi yang akan diambil pihak sekolah secara keras dan tegas, jika masih ada yang bertindak curang. Dan tidak hanya berhenti pada himbauan dan ikrar, sekolah akan membuat langkah-langkah nyata, antara lain:
    • Mulai hari H-3 sampai dengan sesudah UN selesai, meminta anak-anak menitipkan handphonenya kepada orang tua, bahkan kalau perlu menitipkan ke sekolah, untuk menghindari gangguan-gangguan yang tidak perlu, dimana saat ini HP menjadi salah satu saluran utama penyebaran informasi.
    • Melakukan pemeriksaan ketat pada hari H di sekolah kepada setiap anak dan guru yang akan masuk ke sekolah untuk melaksanakan UN, untuk memastikan tidak ada HP atau alat bantu lain untuk berbuat kecurangan.
    • Memastikan guru-guru penjaga ujian melaksanakan tugas pengawasan dengan tegas.

Memang nampaknya lebay dan curigaan, namun menurut saya di dalam situasi dan kondisi saat ini, sekolah perlu melakukan tindakan yang jelas, tegas hitam putihnya…kondisi sekarang tidak bisa ditangani dengan biasa-biasa saja. Business NOT as usual. Selamat berkarya mewujudkan generasi mendatang yang lebih baik.

Ujian Nasional dan Pilihan Orang Tua

Fokus pada apa yang bisa kita perbuat, dan bukan pada apa yang terjadi dan bisa menimpa kita adalah tempat dimana seharusnya seluruh energi yang kita miliki kita arahkan. Mengenai Ujian Nasional, begitu banyak berita, kabar entah benar, entah tidak mengenai kebocoran, pembelian kunci jawaban, dan lain sebagainya bergentayangan merusak fokus.

Bagi orang tua, kita memiliki  beberapa pilihan sikap:

1. Mendukung anak kita untuk bisa mendapatkan bocoran, agar anak kita bisa lulus dengan nilai sebaik-baiknya dan semudah-mudahnya.

Sejak awal, kita perlu sampaikan ke anak kita, bahwa mendapatkan bocoran jawaban atau mencari bocoran soal ujian di dunia kita saat ini adalah lumrah, dan itu hal yang sangat biasa. Kita minta anak kita untuk mencari teman, mencari sumber informasi, dimana bisa mendapatkan bocoran yang paling akurat, dan sampaikan bahwa untuk bayar berapapun kita akan sediakan ke anak kita.

2. Menjadi orang tua yang so-so, biasa-biasa saja

Saat anak akan ujian, kita tanya anak kita, tentang ada tidaknya bocoran di sekolah..Dan apapun jawaban anak,kita terima saja sebagai kebenaran. Bahkan ketika orang tua mendapatkan informasi-informasi bahwa di luaran sedang terjadi kebocoran soal, dan kemungkinan anak kita mendapatkan bocoran, kita tetap saja tak perlu beraksi apapun, yang penting orang tua sudah bertanya, dan anak menjawab tidak melakukan apapun yang tidak baik.

3. Menjaga anak kita agar sama sekali tidak terganggu, dan tidak  mendapatkan bocoran.

Sejak dini, kita terus menerus perlu berdiskusi dengan anak kita, berdialog tentang nilai-nilai kejujuran dan keadilan. Bersama-sama mendefinisikan makna hidup baik, dan menanamkan sikap bahwa ujian adalah menguji kemampuan diri sendiri berdasarkan hasil usaha, hasil belajar yang telah dilakukan. Melakukan ujian dengan jujur, dan baik tanpa peduli dengan bocoran adalah sikap yang lebih utama dibanding dengan mendapatkan nilai ujian yang tinggi, namun dari hasil bocoran.

Komunikasi terbuka terus menerus dengan anak, untuk terus meyakinkan anak, bahwa kita sebagai orang tua selalu menjaganya, menjadi orang tua yang bisa dipercaya anak akan menolong, dan terus mengasah kepekaan akan nilai-nilai kebenaran, sangat perlu intensif dilakukan. Dan meyakinkan ke anak bahwa kita tetap akan sayang kepada anak kita, berapapun nilai yang diraih, asal dilakukan dengan jujur.

Dan kita akan bangga, saat anak memilih untuk bisa terbuka pada kita, bahkan ketika anak terlanjur berbuat kesalahan, anak akan merasa risih akan kesalahan yang telah diperbuatnya, dan dengan sedikit saja kita berkomunikasi, anak akan menyampaikan kesalahan yang telah diperbuatnya, dan kita sebagai orang tua dan anak bisa bekerja sama, untuk memperbaiki kesalahan tersebut sesuai nilai-nilai yang kita yakini bersama.

Di saat-saat hari H ujian, anak dan orang tua sepakat untuk sementara menyimpan HP/Blackberry anak di tangan orang tua, hal ini sangat berguna untuk menutup salah satu celah peluang penyebaran bocoran/kunci jawaban/informasi melalui HP/blackberry. Dan terus mengingatkan anak untuk fokus ujian, dan menjaga diri, menjaga hati untuk terus bertindak jujur, tanpa perlu harus peduli dengan teman-teman di sekitarnya, bahkan teman terbaiknya, teman akrabnya yang memilih cara lain, yang tidak sesuai dengan nilai-nilainya.

Silakan para orang tua bisa memilih, yang mana suka, masing-masing akan memiliki pertimbangan sendiri-sendiri yang masak sesuai nilai-nilai yang dianut.

Selamat memilih dan belajar memaknai hidup.

Selamat menempuh Ujian Nasional

Aku merasakan kuatnya angin provokasi atas mengerikannya UN. Aku juga merasakan  hebatnya badai pengaruh untuk memanfaatkan bocoran UN. Sangat diperlukan keberanian hebat bagi anak untuk menolak memanfaatkan bocoran UN. Amat diperlukan kaki dan pendirian yang luar biasa tangguh untuk  tetap kokoh tegak berdiri pada prinsip untuk melalui UN dengan jujur sebagai bagian dari ujian yang sebenarnya paling penting.

Anak memerlukan dukungan dan pengingatan terus menerus dari orang tua, untuk menjaganya tetap tangguh, untuk menopangnya tetap berdiri pada keyakinannya. Dasyatnya angin, topan dan pengaruh busuknya ketidak jujuran dalam berbagai bentuk teror mental perlu dilawan dengan kasih cinta orang tua untuk meyakinkan anak, bahwa orang tua sangat mencintai anak yang jujur, sangat lebih menghargai keutamaan jujur mengerjakan UN dibanding dengan angka nilai hasil pengerjaannya.

Aku bisa merasakan kesal dan marahnya anak saat di kelas di waktu ujian mengalami situasi ruang ujian tidak seperti yang digembar-gemborkan, betapa tidak pedulinya pengawas akan kondisi ruang ujian yang seharusnya, meminta peserta ujian untuk mengumpulkan handphone, hanya sekedar menyampaikan tanpa benar-benar memastikan apakah semua handphone dikumpulkan dengan segala usaha nyatanya, menjaga ujian tanpa fokus melihat ke peserta ujian, namun lebih banyak mengobrol dan membaca koran yang memberi kesempatan kepada peserta ujian untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, adalah salah satu bentuk nyata badai gangguan UN yang serius.

Menyampaikan nilai kejujuran, terus menerus mengingatkan harapan orang tua kepada anak, dan memberikan batasan-batasan nyata, seperti fokus belajar mempersiapkan diri, fokus di kelas mengerjakan ujian sendiri, dan berdiskusi mengenai gambaran kemungkinan-kemungkinan gangguan yang menghalangi usaha baik tersebut, serta mencari solusi bersama. Komunikasi terus menerus, saling percaya dan menghargai antara orang tua dan anak, akan membantu anak melewati ujian dengan baik.

Meyakinkan ke anak bahwa orang tuanya sangat concern pada dirinya, menyampaikan dengan jelas dan gamblang harapannya, semoga menjadi pegangan yang kuat bagi anak dalam melangkah di tengah badai UN.

Mengambil langkah nyata untuk melindungi badai berdasar resiko-resiko yang ada adalah sangat penting sebagai bentuk keseriusan bersama. Sebagai contoh, dari referensi berita-berita dan dari diskusi pengetahuan anak, kami melihat bahwa salah satu saluran utama pengaliran bocoran adalah melalui handphone, maka kami sepakat untuk sementara menyimpan handphone anak selama masa ujian. Ini adalah sebagai bentuk melindungi, bukan sebagai bentuk ketidak percayaan orang tua pada anak.

Pada doaku, di hari-hari ini, aku lebih banyak meminta pada Tuhan untuk melindungi dan menjagamu agar engkau anakku, bisa tetap teguh memegang nilai-nilai kebaikan dan kejujuran dalam perjalanmu menempuh UN, dibanding permohonanku agar engkau mendapatkan nilai yang tinggi dari hasil UNmu.

Selamat menempuh ujian anakku, dikau tahu dan dengan sangat gamblang memahami apa yang sebaiknya dikau lakukan dalam menempuh UN. Kami bangga atas kesadaranmu dan kemauanmu untuk terus memperbaiki kesalahan, untuk terus kembali ke jalan yang benar saat terperosok salah. Semoga engkau kuat dan tabah dalam mengarungi badai ini, dan Tuhan menolongmu. Kami bangga pada langkahmu.

Kita semua pasti sangat setuju pada kenyataan bahwa berolah raga, melakukan kegiatan fisik adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan, namun belum tentu kita semua secara teratur dan terus menerus konsisten melakukan kegiatan fisik, berolah raga dalam kehidupan sehari-hari kita.

Mengapa kita tidak bisa melakukan kegiatan yang baik ini secara konsisten?

FUN - untuk kegembiraan

FUN - untuk kegembiraan

Saat hadir dalam pertemuan Health Environment and Safety yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, ada paparan data yang menarik dari hasil pemeriksaan rutin berkala yang telah dilakukan, yang menunjukkan fakta bahwa lebih dari 60 persen dari yang diperiksa memiliki kadar kolesterol di atas ukuran normal, dan lebih dari 50 persen dari yang diperiksa berada pada status hypoactivity, atau kurang kegiatan fisik, atau kurang berolah raga.

Saya yakin, kita pernah mendengar kalimat-kalimat ini dalam perjalanan hidup kita:

  • Kolesterol saya lebih dari 250…..terlalu tinggi. Saya akan berolah raga setiap hari, paling sedikit 60 menit
  • Saya kegemukan, Saya akan pergi ke fitness center, untuk berolah raga paling sedikit 4 kali seminggu agar BMIku bisa ideal
  • Saya perlu berjalan paling sedikit 10000 langkah setiap hari agar aku bugar…

Apakah malahan mungkin kalimat-kalimat itu adalah suara kita sendiri yang pernah memiliki keinginan untuk berolah raga?

Bagaimana kenyataannya orang-orang yang telah menyuarakan kalimat-kalimat tersebut? Apakah mereka akan terus konsisten melaksanakan apa yang dikatakannya tersebut? Biasanya konsisten untuk berolah raga, untuk melaksanakan kegiatan fisik, tidak mudah untuk bisa terus menerus dilakukan, meskipun kita tahu ada hal yang sangat penting yang perlu dicapai, yaitu kesehatan, tingkat kolesterol yang aman atau BMI yang ideal.

Hal-hal tersebut susah dilakukan, karena banyak alasan, antara lain karena kesibukan, kurangnya fasilitas pendukung, bosan dan target yang ingin dicapai seperti kesehatan, kolesterol dan BMI, meskipun sesuatu yang penting, namun bagi banyak orang adalah sesuatu yang  kurang nyata, kurang langsung dirasa. Untuk bisa melakukan kegiatan secara konsisten, perlu suatu motivasi diri sendiri yang kuat, yang mampu mendorong diri untuk terus menerus kegiatan tersebut. Bagaimana dengan diri anda sendiri? Bagaimana anda menjaga agar api semangat untuk terus rajin berolah raga terus menggelora?

Mengumpulkan masukan banyak teman gowes dari ngobrol-ngobrol, ada satu tips menarik untuk terus menjaga motivasi agar rajin bersepeda, yang kami sebut 5F:

  1. Fun
  2. Friends
  3. Family
  4. Fact
  5. Facebook

Penjelan singkatnya sebagai berikut:

1. Fun

Hampir setiap orang menyenangi kegiatan yang fun, menarik, banyak tertawa, dan bisa berlaku dan bertindak dengan bebas seperti masa anak-anak. Dengan kegiatan yang fun, rasa capek, rasa malas, rasa bosan agar hilang lenyap…

2.  Friends.

Luar biasa pengaruh teman yang tepat untuk mendorong kita melakukan hal-hal yang sangat sulit untuk dilakukan sendirian. Teman yang rajin mengajak berolah raga, teman yang rajin memberi semangat berolah raga, teman yang menyenangkan di sepanjang perjalanan berolah raga, sangat memompa motivasi untuk bisa melakukan banyak hal yang tidak bakalan bisa dilakukan jika sendirian. Terbayangkanpun tidak.

Teman-teman yang tepat sangat mendukung kegitan olah raga

Teman-teman yang tepat sangat mendukung kegitan olah raga

3. Family

Sangat penting untuk bisa mengikut sertakan anggota keluarga dalam kegiatan yang menyenangkan ini. Keikuutsertaan anggota keluarga akan bisa saling menyemangati

4. Fact

Kumpulkan data-data hasil berolah raga. Dari tampilan-tampilan yang sekarang sangat mudah kita peroleh secara gratis online, kita bisa melihat hal-hal yang sudah kita lakukan, dan bangga terhadap diri sendiri untuk terus meningkatkan prestasi pribadi. Sebagai contoh, kita membuat statistik berapa km kita melakukan kegiatan olah raga setiap minggu, setiap bulan, dan kita lihat angka-angka dan grafiknya. Kemudian kita lihat catatan kegiata harian, ada gambar sepeda, gambar lari, gambar berjalan..yang akan sangat membuat bangga diri sendiri, bahwa kita telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang menyehatkan.

Facebook mendorong semangat berolah raga

Facebook mendorong semangat berolah raga

5. Facebook

Sarana gratis, ini adalah hal yang sangat membantu memompa semangat. Pemasangan foto-foto kegiatan yang luar biasa , ditambah komentar-komentar lucu-lucu yang situastik, sangat membuat berat untuk tidak ikut ambil bagian. Sering di Sabtu pagi hari, ketika pertempuran kecil terjadi di kepala, antara keinginan meneruskan tidur nyaman, atau bangun untuk gabung gowes, gambaran foto-foto menarik di facebooklah yang mentriger untuk bangun dan bersiap-siap sepedaan.

5F yang bersifat langsung, instant, menyenangkan menjadi motivator kuat untuk berolah raga…dan masalah kolesterol, hidup sehat, dan BMI, menjadi bonus ..bonus luar biasa. Dan healty life style bisa kita laksanakan sebagai Nggaayaaa hidup sehat…Bergaya dahulu, hidup sehatnya kemudian. Nggaaayya yang sehat-sehat.

Bersatulah Indonesiaku

Umumnya energi yang diperlukan untuk memikirkan dan mewujudkan solusi, lebih besar dibanding dengan energi yang diperlukan untuk mencela , apalagi dibandingkan dengan energi yang diperlukan untuk ngomongin doang usaha orang lain….

Jika bisa merasa bersyukur karena sudah menerima banyak anugerahNya,  gunakan sebanyak mungkin energi dari Tuhan itu untuk berbuat kebajikan.

Saat melihat saluran televisi, ketika membaca surat kabar, waktu membaca berita maupun email online di saat-saat ini, luar biasa banyaknya energi  yang digunakan oleh ahli-ahli maupun ilmuwan di Indonesia untuk mencela kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, atau sekedar menganalisa dan mengobrolkan dengan segala bentuknya, dengan berjubahkan kata-kata untuk kebaikan negeri dan untuk membantu masyarakat Indonesia.

Indahnya Indonesiaku,  jika energi yang ada lebih difokuskan untuk saling menolong, saling mengisi memberi solusi, saling menutupi lobang-lobang masalah dengan solusi yang tepat guna untuk saling menyokong, untuk satu visi mewujudkan Indonesia Jaya. Menghargai pimpinan, menolong pimpinan untuk mewujutkan visinya, mengisi ruang kosong yang belum ditangani pimpinan dengan baik.

Saat pimpinan sudah ditetapkan, adalah waktu yang tepat untuk berjalan bersama pimpinan, bersedia menjadi pasukan yang dipimpin. Tidak perlu semua orang untuk membuat hal-hal besar luar biasa. Semua orang bisa berbuat hal-hal kecil dengan cinta yang besar untuk masyarakat Indonesia.

Marilah kita rendah hati untuk bersedia dipimpin, dan mencari solusi-solusi kecil dengan cinta yang besar bagi Indonesia.

Di Puncak Bukit Padang Langang

Di Puncak Bukit Padang Langang

Empat ratus km berada di atas bus, empat puluh km bergaya di atas sepeda dalam waktu 40 jam pengalaman mengesankan Rumbai-Payakumbuh, 16 dan 17 Maret 2012. Kami ber 16 orang, berangkat dari Rumbai sekitar jam 17:30, Jum’at sore  dan tiba kembali di Rumbai Sabtu malam sekitar jam 22:30.

Pengalaman bersepeda dengan pemandangan yang beragam,mulai dari jalan perkampungan dengan pemandangan rumah-rumah adat, persawahan dengan kerbaunya, padang rumput, hutan pinus, naik puncak bukit, menuruni bukit di lerang yang tajam, menyeberang sungai serta menikmati nasi kapau di persawahan.

Perjalanan berangkat di hari Jum’at diawali dengan perjalanan mobil pick-up pengangkut sepeda yang dibawa oleh pak Guru dan mas Hendra, berangkat sekitar jam 16:00, dan rombongan bus berangkat sekitar jam 17:45 dari rencana semula jam 17:00. Makan malam di Muara Basung, menikmati soto Minang panas nikmat, dan kami masuk hotel Mangkuto Payakumbuh jam 00:30, langsung lelap tidur.

Sangat menyenangkan pengalaman kali ini. Dengan medan yang tidak bisa dikatakan pas untuk pemula, karena banyak track-track licin dan berbahaya di pinggir-pinggir tebing, namun tetap menjadi pengalaman yang aman, karena kami masing-masing punya ukuran keselamatan untuk tidak memaksakan diri, dan dengan senang hati menuntun sepeda.

Banyak sekali track-track kali ini yang kami lalui dengan menuntun, baik karena memang tidak kuat menggenjot karena jalannya tajam mendaki bukit, saat di tepian-tepian tebing yang berbatasan dengan ladang-ladang yang jauh di bawah, di pematang sawah, menyeberang sungai,  ataupun saat jalan turun dan licin. Kami memilih menuntun..do it safely or not at all. Utamakan selamat.

Perjalanan kami bersepeda

Sebelum jam 6 pagi, kami sudah bangun, menurunkan dan mempersiapkan sepeda kami, lanjut sarapan nasi goreng. Sebelum perjalanan, diawali dengan senam pagi dan doa yang dipimpin mas Harry Dewantoro, dan sekitar jam 07:30 berangkat dari Hotel Mangkuto menuju arah kota Payakumbuh. Di depan es Tebak Pak Bahar, kami sudah ditunggu Pak Us, track master kami dari Payakumbuh, dan perjalanan dilanjutkan ke arah kota Payakumbuh (ke arah Bukittinggi), sebelum belok ke kanan menyusuri jalan-jalan perkampungan dan pematang sawah.

Tantangan pertama adalah mendaki menuju hutan pinus, dan menikmati suasana eksostik di dalam hutan pinus, dengan batang-batang pohon yang tinggi-tinggi, dengan sinar matahari yang malu-malu menyelinap di antara rapatnya batang-batang pinus yang gagah perkasa, seperti berpuluh-puluh kaki egrang yang bermain bersama. Luar biasa.

Menyelinap keluar dari hutan pinus, kami berada di satu padang luas, dan seperti biasa beristirahat, berfoto, bergaya. Pak Us kembali memberi tantangan, mengajak kami naik ke satu bukit yang tinggi di depan kami, namanya Bukit Padang Langang. Perjalanan dilanjutkan dengan menuntun sepeda, tapak demi tapak…melangkah dua tiga langkah sambil menuntun sepeda, lalu tahan rem sepeda, dan kaki melangkah mengejar sepeda yang diam menunggu dua langkah di depan, demikian seturusnya, sampai kami tiba di punjak tertinggi bukit Padang Langang. Kiri-kanan sepanjang mata memandang hijau dengan pohon-pohon dan bukit-bukit lain jauh membentang…Indah, nikmat mengagumi ciptaan Tuhan. Dan kembali, aneka nggaya, saling foto terjadi seru…

Perjalanan berlanjut menuruni bukit, kembali kami menuntun sepeda. Menuntun bukan karena kami tidak kuat mengayuh, tetapi menuntun karena tajam dan licinnya jalan turun, serta sempitnya jalur di tepian tebing, dan ladang/jurang yang dalam menganga di sisi kami. Perjalanan menuntun sepedapun perlu fokus dilakukan, menghindari terperosok yang tidak perlu. Setelah turunan yang panjang, akhirnya kami tiba di jembatan bambu yang unik, dan kami menyeberang satu persatu dengan ngeri-ngeri sedap, goyang-goyang.

Perjalanan berlanjut melalui jalanaan aspal, dan sebagai tambahan perjalanan dibelokkan kembali melalui jalan off road, menyeberangi sawah yang luas, satu-satu beriringan, menyeberang sungai yang cukup dalam, dan perlu lepas sepatu. Pengalaman menyeberang sungai membawa sepeda sangat unik. Arus cukup deras, sehingga lumayan berat menahan diri sendiri dan beban sepeda di atas batu-batu kali yang licin. Dan paling menguras tenaga saat naik dari sungai ke tebing sungai…pol capeknya, fisik dan mental… :) .

Segera sesudah kembali memakai sepatu yang dilepas saat menyeberang sungai, tanjakan tajam dan panjang sudah menanti di depan. Beruntung, nasi untuk makan siang sudah tersedia di satu jembatan di pinggir jalan. Nasi bungkus dengan ayam lado hijau dan dendeng, sangat lezat dinikmati bersama di pinggir sawah. Dan menjadi sumber tenaga yang memadai untuk menyelesaikan tahapan gowes ini, sekitar 15 km lagi, yang dominan melalui jalan aspal, termasuk jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh.

Pengalaman yang sangat menarik, dan terima kasih untuk Pak Us, Pak Arnel dan ibu, Pak Sony dan teman-teman dari Payakumbuh yang sangat setia menemani kami. Sampai jumpa di acara gowes berikutnya.

Dokumentai kegiatan ini bisa dilihat di:

Foto-foto:

Video:

Track:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.