Tag Archive: tips memilih jurusan


Persiapan Masuk Perguruan Tinggi
Persiapan Masuk Perguruan Tinggi

Pernahkan mendengar hal-hal ini ?

  • Belum tahu mau kuliah dimana? Masih bingung..meskipun sekarang sudah di tahun terakhir kelas 3 SMA
  • Anakku sudah kelas 3 SMA, tapi  masih belum jelas maunya kuliah dimana, kalau ditanya malah marah…
  • Anakku sudah diterima di Universitas A di kota B, sudah bayar juga, tapi masih bingung juga, pingin mendaftar ke Universitas C di kota D
  • Aku sudah membayar sekian juta rupiah karena anakku diterima di univerisitas X, tapi ini harus bayar lagi sekian juta di universitas Y…

Saya kadang mendengar hal-hal tersebut, menyangkut kebingungan anak memilih, dan ketidak tahuan orang tua bagaimana membantu anak agar bisa lebih mudah dalam mempersiapkan diri menghadapi tahun-tahun terakhir di bangku SMA untuk mulai memasuki perguruan tinggi. Dan juga kebingungan orang tua dan anak untuk membuat strategi mendaftar ke mana saja, dan mana yang perlu didahulukan, karena tidak memiliki satu gambaran yang ingin dicapai dengan jelas, dan tiadanya rancangan yang dibangun sejak lebih dini.

Berangkat dari keinginan untuk menemani anak  kami untuk memasuki jenjang perguruan tinggi, kami belajar bagaimana untuk bisa membantu dengan baik. Dari pengalaman yang pernah kami lakukan bersama anak kami, kami bagi secara ringkas kegiatan mempersiapkan diri memasuki perguruantinggi menjadi lima langkah besar:

  1. Mengindentifikasi dan mengakses keinginan dan peluang
  2. Membuat Pilihan
  3. Merancang Strategi
  4. Melaksanakan Rancangan
  5. Kuliah

Lima langkah ini adalah kerangka berfikir yang terstruktur, agar berbagai aspek dan pertimbangan dengan tepat dilakukan pada saat yang tepat. Kerangka ini bersifat “mekanis”, yang memerlukan pendekatan-pendekatan yang tepat agar kerangka ini dapat sepenuhnya diisi dengan informasi-informasi, pemikiran dan keinginan anak yang secara tuntas bisa tersampaikan dengan baik. Untuk bisa menggali apa yang ada di dalam hati dan pikiran anak, memerlukan orang tua yang bisa berbicara dan mendekati anak dengan tepat. Sekali lagi, metoda ini benar-benar sangat memerlukan seseorang yang mampu berbicara secara nyaman dan enak dengan anak, agar bisa benar-benar membuat anak bersedia berfikir dan berbicara mengenai keinginannya.

Cara yang ini hanya merupakan salah satu contoh cara bagaimana orang tua bisa membantu anak untuk melalui tahap yang kritikal dalam menentukan jurusan dan perguruan tinggi mana yang ingin dimasukinya. Dan cara ini bukan sebuah “peluru perak” yang akan manjur dipakai untuk digunakan setiap anak dan di setiap kondisi. Masing-masing anak memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Ada yang sangat mandiri dan bisa dengan sendirinya menentukan pilihan dengan tepat, ada yang benar-benar perlu dibantu, ada yang cuek-cuek saja, berprinsip biarlah seperti air yang mengalir. Ini hanya satu pilihan, namun bagi orang tua akan lebih sedap dan nikmat ketika bisa ikut serta menemani anak dalam proses perjuangannya.

Ayo kita mulai melihat langkah demi langkah …

1. Mengidentifikasi dan mengakses keinginan dan peluang.

2. Membuat Pilihan

3. Merancang Strategi

<BERSAMBUNG>

Mengidentifikasi  dan mengakses keinginan dan peluang merupakan langkah pertama, langkah awal dalam mempersiapkan diri untuk memasuki perguruan tinggi. Hasil dari langkah pertama ini adalah suatu definisi yang jelas, kondisi yang akan membuat gembira dan membanggakan bagi anak ketika yang diinginkan tercapai. Jadi di akhir langkah pertama ini, anak dan orang tua akan memiliki satu gambaran yang jelas mengenai mimpi anak, serta ukuran-ukuran kesuksesan dari mimpinya dalam rangka memasuki dunia perguruan tinggi.

Disini tugas bersama anak dan orang tua untuk mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang jurusan-jurusan yang ada, perguruan tinggi yang ada di banyak kota, prospek kerja/masa depan, contoh-contoh orang-orang disekitar yang memiliki pendidikan tertentu dan profesinya. Tujuannya agar anak memiliki informasi yang lengkap mengenai jurusan yang ada dan masa depannya.  Informasi-informasi ini bisa didapatkan dari kunjungan-kunjungan ke Perguruan Tinggi, dari membaca buku-buku, bertanya ke orang lain, atau yang paling mudah mencari informasi di Internet yang lebih dari cukup untuk bisa membantu kita mengetahui informasi yang kita butuhkan.

Berbekal informasi-informasi yang didapatkan tersebut, anak akan dengan lebih mudah untuk memetakan apa yang diinginkannya, dan mendefinisikan dengan jelas apa yang akan membuatnya gembira dan bangga jika dapat mencapainya. Hasil dari langkah  pertama ini berupa deskripsi, gambaran yang jelas hal-hal apa yang membuat anak  dan orang tua akan bangga jika bisa mendapatkannya, beserta parameter-parameter yang menjadi pertimbangan untuk memilih nantinya.

Selain mengusahakan mendapatkan informasi selengkapnya dari dunia pendidikan yang ada, identifikasi pribadi sangat baik dilakukan, dan analisis SWOT sangat disarankan digunakan, karena sederhana dan ampuh untuk mendapatkan gambaran diri yang lengkap. Dengan curah gagasan bebas saja, didokumentasikan Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan yang ada, untuk mendapatkan profile lengkap anak dan dukungan keluarga.

Contoh pernyataan yang dihasilkan dari langkah pertama ini:

  • Aku sangat berkeinginan untuk bisa kuliah di jurusan Kedokteran atau Psikologi di universitas terbaik di salah satu kota di pulau Jawa.
  • Hal-hal yang menjadi pertimbangan saya adalah kecocokan dengan mimpi saya, pengasahan kemandirian, kedekatan dengan keluarga, pengalaman hidup dan faktor biaya

Hasil dari langkah pertama ini akan menjadi masukan untuk langkah selanjutnya, yaitu langkah kedua untuk Melakukan Pemilihan.

Beberapa link website universitas-universitas di Indonesia yang sangat informative memberikan info-info tiap jurusan dapat di lihat di link ini.

Membuat Pilihan merupakan langkah kedua dari keseluruhan proses mempersiapkan diri untuk memasuki perguruan tinggi.

Setelah anak bisa dengan gamblang mendefinisikan kondisi yang akan membuatnya gembira dan bangga pada langkah pertama, mulailah tahap untuk membuat pilihan, yang secara garis besar dibagi menjadi tiga proses, yaitu membuat kriteria pemilihan berdasarkan hasil dari langkah pertama,  membuat pilihan-pilihan, dan proses yang ketiga adalah mengurutkan pilihan(membuat ranking) .

Kriteria pemilihan ini mempresentasikan parameter-paramenter penting yang akan memastikan bahwa jika memilih sesuatu berdasarkan parameter-parameter ini akan menghasilkan suatu hasil pemilihan yang tepat.

Bobot digunakan jika memang kita melihat bahwa masing-masing parameter memiliki tingkat kepentingan yang berbeda-beda dan perlu dibedakan.

Setelah membuat kriteria pemilihan, kita masuk ke tahap berikutnya yaitu membuat daftar alternative-alternative yang akan menggembirakan anak jika diterima di salah satunya. Hal ini lebih mudah di buat, karena anak sudah memahami segala sesuatunya untuk membuat daftar pilihan berdasarkan hasil yang sudah dicapai dari langkah nomor pertama di atas. Pilihan-pilihan yang dibuat harus sudah sangat spesifik ke jurusan apa, di universitas apa. Sebagai contoh, misalnya membuat daftar pilihan jurusan-jurusan:

  • Fakultas Kedokteran Umum UGM
  • Fakultas Kedokteran Umum UI
  • Fakultas Kedokteran Umum Unair
  • Fakultas Kedokteran Umum Undip
  • Fakultas Kedokteran Umum UNS
  • Fakultas Psikologi UGM
  • Fakultas Kedokteran Umum UNPAD
  • Fakultas Kedokteran Umum Trisakti

Dalam membuat daftar pilihan benar-benar harus dipastikan bahwa anak akan tetap bangga dan senang jika diterima di salah satu pilihan tersebut, meskipun tentunya dengan bobot yang berbeda-beda, dan juga tetap mempertimbangkan tingkat kemampuannya, untuk memastikan daftar pilihan mencakup juga pilihan yang relatif “agak ringan”, dimana anak bisa masuk ke jurusan di universitas tersebut.

Dari pengalaman-pengalaman yang telah terjadi, sering bahwa kota-kota tertentu menjadi dasar utama anak memilih sekolah. Hal ini perlu dipastikan bahwa anak menganalisis secara lengkap parameter-parameter lain untuk memastikan sudah meninjau pilihannya dari berbagai sudut.

Dan tahap terakhir dari langkah kedua ini adalah melakukan proses ranking,  mengurutkan dari yang paling diharapkan, terus urutan ke bawah ke pilihan yang relatif masih disukai,namun paling tidak diharapkan. Dan hasil terakhir dari langkah ke dua ini adalah daftar dari pilihan-pilihan yang akan didaftar untuk bisa mengikuti seleksi penerimaannya, yang sudah diurutkan mulai dari yang paling diharapkan yang akan sangat menggembirakan dan membanggakan sampai pilihan terakhir yang masih bisa membuat gembira dan bangga.

Dan setelah menghasilkan daftar jurusan yang diharapkan ini, kita akan segera masuk ke Langkah ke 3 untuk Merancang Strategi.

Tautan-tautan yang berkaitan:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: